oleh: M Fadhil Hasan
Ketika rumah tangga dan dunia usaha melihat ketidakpastian ekonomi akibat resesi, pemerintah harus mengambil peranan yang lebih nyata lagi, bukan hanya mengatur perekonomian, tapi langsung terjun melakukan intervensi ke dalam perekonomian melalui stimulus fiskal.
Adalah ekonom terbesar setelah Adam Smith,yaitu John Keynes, yang menyerukan hal tersebut. Hari-hari ini ketika beberapa negara maju [...]
Arsip untuk ‘Politik Ekonomi’ Kategori
Di Seputar Stimulus Fiskal
Diposkan dalam Kebijakan Publik, Politik Ekonomi pada 27 Januari, 2009 | Leave a Comment »
Menghadapi Ancaman Pengangguran
Diposkan dalam Kebijakan Publik, Politik Ekonomi, kemiskinan pada 27 Januari, 2009 | Leave a Comment »
oleh: Iman Sugema
Saat ini Indonesia belum sepenuhnya bangkit dari krisis moneter yang melanda 11 tahun lalu. Tingkat pengangguran saat ini masih lebih tinggi, yaitu sekitar 8,46%,dibandingkan 11 tahun lalu sekitar 6,42%.
Kemiskinan masih sekitar 15,4%, jauh di atas kondisi sebelum krisis yang hanya 9%. Dengan indikator sosial yang buram tersebut,kini kita menghadapi sebuah ancaman baru yang [...]
Pemberdayaan Ekonomi dan Demokrasi Desa
Diposkan dalam Politik, Politik Ekonomi pada 27 Januari, 2009 | 1 Komentar »
oleh : Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Secara etimologis, kata “desa” berasal dari bahasa Sanskerta,yakni deca yang berarti tanah air,tanah asal, atau tanah kelahiran. Sementara dari sudut pandang geografis,desa(village)diartikan sebagai a group of houses and shops in a country area,smaller than a town.
Di Indonesia istilah “desa” pada awalnya hanya dikenal di Jawa,sedangkan di luar Jawa,sebutan untuk [...]
Berita Baik di Tengah Krisis Keuangan Global
Diposkan dalam Politik Ekonomi pada 21 Januari, 2009 | Leave a Comment »
Oleh: Jeffrey D. Sachs
Pada saat headline media berisikan berita mengenai krisis keuangan dan kekerasan, patut dicatat kreativitas pemerintah di banyak negara dalam memerangi kemiskinan, penyakit, dan kelaparan saat ini. Maksudnya bukan cuma untuk membuat kita merasa lebih nyaman, melainkan juga lebih banyak untuk menghadapi salah satu ancaman terbesar di dunia saat itu, yaitu meluasnya pesimisme [...]
Politik Pangan Yusuf
Diposkan dalam Politik Ekonomi pada 16 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: Yonky Karman
Kompas, 8 April 2008
Alkisah, firaun bermimpi. Ia sedang berdiri di tepi Sungai Nil, sungai terpanjang kedua di dunia. Tiba-tiba muncul tujuh sapi gemuk dari dalam sungai dan memakan rumput di tepinya. Lalu, muncul tujuh sapi kurus dan memakan sapi-sapi gemuk itu.
Kemudian, ia bermimpi lagi. Tujuh bulir gandum yang kering menelan tujuh bulir gandum [...]
Inflasi dan ketimpangan pendapatan
Diposkan dalam Moneter, Politik Ekonomi pada 15 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: Ahmad Erani Yustika
Bisnis Indonesia, 15 April 2008
Malapetaka itu akhirnya tiba juga. Inflasi Maret 2008 yang diduga lebih rendah daripada Februari 2008 ternyata justru sebaliknya: melambung ke angka 0,95%.Secara keseluruhan, Triwulan I 2008 inflasi mencapai 3,41%. Angka itu sudah lebih separuh dari target pemerintah yang mematok inflasi 2008 sebesar 6,5%.
Jadi, tanpa ada keajaiban rasanya inflasi [...]
“Biofuel”, Pangan, dan Kemiskinan
Diposkan dalam Politik Ekonomi, kemiskinan pada 15 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: Khudori
Kompas, 15 April 2008
Industri biofuel mengalami titik balik. Janji bahwa biofuel bisa diperbarui, ramah lingkungan, mereduksi pemanasan global, menyubstitusi bahan bakar fosil, dan mendorong pembangunan pedesaan mulai dipertanyakan.
Klaim biofuel ramah lingkungan terjadi akibat pemahaman tak utuh. Jika siklus hidup biofuel dipahami utuh, mulai pembukaan lahan, drainase, pergiliran tanaman hingga menjadi bahan bakar, masalahnya akan [...]
Perlu Terobosan
Diposkan dalam Globalisasi, Politik Ekonomi pada 15 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Ivan A Hadar
Kompas, 14 April 2008
Kini, Indonesia kian terpuruk akibat dilanda berbagai krisis.
Pertama, krisis ekonomi yang berujung pada krisis kemanusiaan ketika nyaris separuh warga negeri ini masih tergolong miskin atau hampir miskin. Sementara elite seakan tak berdaya atau membiarkan banyak kekayaan terkonsentrasi segelintir orang. Harta 100 orang terkaya di Indonesia, misalnya, berjumlah lebih dari [...]
Perlambatan di Depan Mata
Diposkan dalam Globalisasi, Politik Ekonomi pada 15 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: M Ikhsan Modjo
Kompas, 14 April 2008
Prediksi suram perekonomian dunia pada 2008 terus berlanjut. Setelah Bank Dunia merevisi angka pertumbuhan berbagai negara, hari berikutnya giliran Bank Pembangunan Asia atau ADB mengemukakan hal serupa.
Kedua lembaga ini berpendapat akan terjadi penurunan serempak tingkat pertumbuhan di hampir semua negara, yang akan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan global. Penyebab perlambatan ini [...]
Menanti Akhir Resesi Ekonomi
Diposkan dalam Moneter, Politik Ekonomi pada 14 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh A Prasetyantoko
Kompas, 14 April 2008
Banyak orang mulai cemas menunggu berakhirnya gejolak yang dipicu krisis subprime mortgage di Amerika Serikat pada Agustus 2007. Kecemasan melanda siapa saja dan di mana saja, tak peduli pejabat publik, pelaku bisnis, maupun rakyat biasa.
Alan Greenspan mengingatkan, kejadian ini merupakan yang terburuk setelah Great Depression pada 1930-an. George Soros menegaskan, [...]
Kesejahteraan yang terabaikan
Diposkan dalam Politik Ekonomi pada 14 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: Fachrurozi
Bisnis Indonesia, 14 April 2008
Dalam banyak studi tentang kelangsungan demokrasi, kesejahteraan ekonomi menjadi pengandaian yang sangat sulit dinafikan. Tanpa jaminan kesejahteraan, demokrasi selalu berada dalam ancaman jatuh ke pangkuan otoritarianisme yang menjanjikan efektivitas dan stabilitas.
Secara politik memang perjuangan demokrasi pada era reformasi telah menghasilkan sejumlah kemajuan berarti dalam konteks hak-hak sipil dan politik seperti [...]
Selamatkan ekonomi nasional
Diposkan dalam Kebijakan Publik, Politik Ekonomi pada 2 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia, 1 April 2008
Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengusung delapan rekomendasi kepada pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian nasional akibat meningkatnya resesi ekonomi global dan lonjakan harga minyak dunia.
Ketua Umum Kadin Indonesia M.S. Hidayat menyebut kedelapan rekomendasi itu meliputi revitalisasi pertanian, ketahanan pangan, peningkatan daya saing di pasar domestik, peningkatan produksi minyak 1,1 [...]
Daulat Pangan
Diposkan dalam Kebijakan Publik, Politik Ekonomi pada 2 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Khudori
Kompas, 1 April 2008
Krisis pangan menjalar ke mana-mana, termasuk Indonesia. Keadaan kelebihan pasokan tidak lagi terjadi, sebaliknya dunia kini ditandai kelebihan permintaan.
Kondisi haus pangan dipicu booming ekonomi China dan India (Chindia) yang populasinya hampir sepertiga penduduk dunia. Pertumbuhan ekonomi hampir dua digit, mensyaratkan pemenuhan pangan dan energi dalam jumlah besar. Selain itu, pemanasan global [...]
Indonesia Tak Siap Hadapi Krisis?
Diposkan dalam Politik, Politik Ekonomi pada 1 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Sri Adiningsih
Kompas, Selasa, 1 April 2008 | 00:42 WIB
Profesor Steve Hanke, guru besar ekonomi Universitas Johns Hopkins, AS, menyatakan, Indonesia belum siap menghadapi krisis ekonomi. Pernyataan itu tentu membuat otoritas ekonomi Indonesia tidak senang.
Apalagi dikatakan, ekspektasi inflasi dalam APBN tidak realistis mengingat berbagai kenaikan harga komoditas masih terus berlangsung sehingga BI disarankan agar tidak [...]
Kemiskinan Versus Demokratisasi
Diposkan dalam Globalisasi, Politik, Politik Ekonomi, kemiskinan pada 1 April, 2008 | Leave a Comment »
Oleh J KRISTIADI
Kompas, 1 April 2008
Poverty is the parent of revolution and crime. (Aristoteles, 384-332 SM)
Kemiskinan dan demokratisasi adalah dua gejala sosial yang secara bersama-sama telah membangun persepsi pada sebagian masyarakat bahwa proses demokratisasi tidak berjalan beriringan dengan kemiskinan. Akselerasi demokratisasi dinilai berkorelasi positif dengan tingkat kemiskinan.
Artinya, tingkat percepatan demokratisasi telah mengakibatkan derajat kemiskinan semakin [...]
Ada apa dengan biofuel?
Diposkan dalam Energi, Politik Ekonomi pada 31 Maret, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: Wayan R. Susila
Bisnis Indonesia, 31 Maret 2008
Setelah ingar-bingar pada 2005 sampai dengan pertengahan 2007, isu biofuel tiba-tiba sunyi senyap bak ditelan bumi. Seminar dan diskusi biofuel yang sebelumnya sangat marak, kini nyaris tak terdengar.Pemerintah tidak lagi gencar mempromosikan pengembangan biofuel. Pihak swasta yang sudah telanjur terjun di bisnis biofuel mulai mengerem atau bahkan menghentikan [...]
Negeri Maritim yang Merana
Diposkan dalam Kebijakan Publik, Politik Ekonomi pada 24 Maret, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Faisal Basri
Kompas, 24 Maret 2008
Masih belum lekang dari ingatan kita ketika beberapa waktu lalu Kongres Amerika Serikat menolak pengambilalihan pelabuhan-pelabuhan di negerinya oleh investor Timur Tengah. Dalam waktu yang berdekatan, perusahaan minyak China juga batal mengakuisisi salah satu perusahaan minyak besar AS. Akhirnya yang mengambil alih perusahaan minyak tersebut adalah sesama perusahaan AS, Chevron.
Kasus [...]
Ada Apa dengan DPR ?
Diposkan dalam Politik, Politik Ekonomi pada 24 Maret, 2008 | Leave a Comment »
Oleh Bambang Harymurti
Koran Tempo, 24 Maret 2008
Mengapa Dewan Perwakilan Rakyat menolak calon Gubernur Bank Indonesia yang diajukan pemerintah? Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sedang menunggu surat pemberitahuan resmi pimpinan DPR untuk mengetahui jawabannya. Rakyat pun tentu ingin tahu apa gerangan alasan di balik penolakan Agus Martowardoyo dan Raden Pardede itu oleh para wakil mereka di [...]
Menuju Jurang Kebangkrutan?
Diposkan dalam Moneter, Politik Ekonomi pada 24 Maret, 2008 | Leave a Comment »
Oleh A Tony Prasetiantono
KOMPAS, 24 Maret 2008
Amerika Serikat benar-benar panik. Buktinya, pada hari libur Minggu (16/3/2008) pun, mereka menurunkan suku bunga diskonto (discount rate)—yakni suku bunga yang ditawarkan bank sentral kepada bank-bank komersial—dari 3,5 persen menjadi 3,25 persen.
Tujuannya, agar Senin (17/3/2008) pasar modal yang dibuka pukul 09.00 di Wall Street-New York berembus sentimen positif. Kebijakan [...]
Kiat merespons turbulensi eksternal
Diposkan dalam Globalisasi, Politik Ekonomi pada 24 Maret, 2008 | Leave a Comment »
Oleh: Edy Putra Irawady
Bisnis Indonesia, 24 mARET 2008
Isu pertikaian politik dunia ternyata kalah menarik dibandingkan dengan pemberitaan mengenai kesibukan berbagai negara melakukan penyesuaian ekonomi guna menghadapi badai perekonomian global. Badai itu dipicu oleh krisis energi dunia, serta berimplikasi luas dan cepat ke sektor pangan, dan pasar modal.
Ketika The Fed sibuk merevisi target pertumbuhan ekonomi Amerika [...]